MAKNA DI SETIAP PERJALANAN IKHLAS

SMA di swasta yang memang tidak tahu harus memilih SMA dimana lagi. Dari TK-SMA sekolah di sekolah yang sama, salah satu sekolah islam swasta yang berada di daerah BSD. SMA adalah masa perjalanan paling ikhlas yang pernah saya alami.

Perjalanan pertama dimulai saat kelas 10 (1 SMA). Ntah mengapa tiba-tiba ingin rasanya masuk dalam club fisika, ntah ada angin apa. Saat ada seleksi pemanggilan ke setiap-tiap kelas nama ku tidak dipanggil, tapi ntah darimana asal dan datangnya, aku beranikan diri bersama kedua temanku lainnya untuk mengunjungi lab fisika dan meminta untuk mengikuti tes. Setelah tes keluar kami ber3 pun lolos, senang campur takut dan kaget. Bisa-bisanya kami mengambil resiko seperti ini. Setelah menjalani masa karantina belajar setiap weekend kami ber3 dialihkan untuk ke dalam tim penelitian (tidak lanjut ke tim OSN). Setelah itu kami pun mulai bereksperimen dan latihan membuat karya tulis ilmiah, benar-benar pengalaman yang berharga yang berlum pernah saya rasakan sebelumnya dan tidak pernah terbayangkan. Setelah gagal setiap mengikuti kompetisi setelah naik semester 2 pun kami sudah tidak membuat karya lagi, karena sudah diturunkan ke adik-adik berikutnya. Tapi betapa kagetnya pada saat ada lomba MIPA di sekolah saat saya dikelas saya dipanggil untuk mewakili sekolah mengerjakan lomba tersebut, benar-benar saya bingung harus apa, saya kerjakan sebisa saya dan saya pun keluar ruangan HAHAHA. Selanjutnya pengalaman yang tidak pernah saya lupakan juga, saya ikut untuk pelatihan robotic yang dimana saat itu posisi saya kelas 12 (3 SMA) dan hanya saya yang diajak oleh pembimbing fisika untuk melihat sekaligus belajar robotic tersebut. Dan saat itu juga saya pertama kali tahu drone sebelum se-booming sekarang.

Pengalaman dalam bidan olahraga pun saya sempat merasakan adanya pertandingan badminton walau kalah pada saat fase pertama hehe dan juara 2 DBL provinsi Banten, sungguh pengalaman luar biasa menurut saya. Tadinya saya tidak ingin sekolah disini, karena bosan dan juga saya ingin merasakan sekolah negri agar saya bisa masuk ke PTN.

Dan itu semua pun terjadi, kebetulan saya masuk dalam rangking 10 besar di angkatan, dan saat pengumuman PTN dari undangan, SBMPTN, sampai ujian mandiri, tidak ada satu pun yang lolos. Padahal teman saya yang ranking dibawah saya hampir semua masuk PTN. Benar-benar saya terpuruk dan sedih, ntah harus bagaimana. Untuk melangkah ke tahap awal saja saya merasa sudah gagal.

Tapi, akhirnya saya menjalankan kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung dengan jurusan Sistem Informasi. Benar-benar jurusan yang tidak pernah terbayang pada saya. Tapi bersyukurnya, sekarang jurusan tersbeutlah yang dicari oleh perusahaan. Pengalaman saya menjadi asisten lab, menjadi koordinator dalam organisasi, mendapat beasiswa 1 tahun, dan di detik-detik terakhir lulus adalah saya bersama teman saya mengikuti lomba dengan niat sebagai salah satu syarat untuk lulus cumlaude di kampus, dan suatu hal yang tidak terduga lagi itu adalah lomba pertama dan terakhir saya, saya mendapatkan juara 2. Dan akhirnya bisa lega karena kampus dapat mengeluarkan predikat cumlaude untuk saya. Cukup sudah untuk membayar luka saya tidak diterima di PTN.

Saya cuma ingat pesan ibu saya “Dimanapun kamu berada, bila kamu bersungguh-sungguh, kamu pasti akan terlihat dan tetap akan mendapatkan hasil yang terbaik. Semua bergantung pada diri sendiri”

Dan bonusnya adalah saya bertemu jodoh saya saat kuliah 😀

next journey, next story

Continue Reading