Married

Yaps, akhirnya sampai di bulan Februari 2020. Serangkaian cerita yang terputus di sela dengan dagangan di update-an sebelumna dan baru sempat menceritakan moment ini sekarang.

Kami memilih tanggal 22 Februari 2020 / 220220, agak di sengaja dengan pemilihan tanggal tersebut. Persiapan yang menurut aku sudah cukup tapi pada akhirnya ada saja hal yang diluar nalar terjadi.

2 hari kalau tidak salah sebelum hari H kami baru sadar bahwa sebenernya kami tidak ada WO, yang ada ya hanya petugas pernikahan yang membantu secara penuh. Karena aku panik jadi aku meminta tante aku untuk menjadi WO, ya berpengalaman karna sebenarnya tante ku memiliki perusahaan WO. Dengan ketidak enakan ku akhirnya ibu yang bicara bahwa last minute kita pakai WO. Sebenernya bukan WO yang ribet gimana, tapi biar kesannya ada yang merhatiin kedua mempelai saja.

Hari H, 22 Februari 2020 Pagi… aku bertanya ke adek

“dek, foto prewed gue jadi siapa yang cetak” ”

“Bapak katanya, coba gue tanya”

Dan ternyata, belom kecetak dong. Udah deh tu agak pusing dikit ya. Trus karna adek super gercep yaudah dia ke percetakan tempat biasa kita foto HAHA, tuhkan jadi kayak sebenernya udah selesai tapi ada aja hal kecil yang salah.

Jam 10/11 di telfon dari gedung kalau Pintu yang buat masuk itu pecah karena petir angin kemarin, jadi mau ga mau ya ditutup paten dan pindah pintu masuk. Yaudah da akumah legowo banget. Yang penting selesai aman damai.

Lanjut pergila tuh ke tempat acara. Ya cek-cek venue dulu yaudah oke alhamdulillah. Dan selesai lah semua rangkaian acara. Agak bingung loh bagaimana jelasin secara detail. Itu akan mengalir dan kayaknya semua sama ya, perisapan untuk akad, lalu turun untuk akad, dan balik lagi untuk persiapan resepsi.

Ohiya disini yang bikin terharu adalah pas pasang suntiang enak banget, walau aku cupu cuma 3 tingkat, tapi udh lumayan encok mak pinggangnya, gatau kenapa malah encok pinggang dan pundak, bukan malah kepala. Alhamdulillah tapi itu super lancar, padahal udah takut banget ga kuat, karena sebelumnya sodara aku aja pake aceh ga kuat, jadikan mikir ya tuh.

Alhamdulillah semua berjalan lancar dan alhamdulillahnya semua dilaksanain sebelum pandemi corona ini. Untungnya sempet staycation walau cuma di Bandung aja. Tapi ya semua harus disyukuri sih, dan ada hikmahnya.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *